Thursday, February 14, 2008

Memaknai Cinta

Tiba-tiba semua menjadi bersemu dengan warna merah muda. Banyak bunga mawar, coklat dan segala pernak-pernik ikon cinta dimunculkan. Sepertinya semua orang tengah terbisu virus cinta di bulan Februari yang katanya bulan cinta, bulan kasih sayang. Apa benar????? Bukankah seharusnya cinta selalu ada tiap detik, tiap menit, tiap jam, tiap hari, tiap bulan, tiap desah nafas kita, selamanya selama hayat masih dikandung badan (nah lo???).

Cinta selalu hadir mengisi hari-hariku. Cinta dari kedua orang tua ku, cinta dari saudara-saudaraku, cinta dari suami bahkan cinta dari si kecil Varo yang baru berusia 5,5 bulan. Walau terkadang si kecil berbeda dalam mengekspresikan rasa cinta dan sayangnya. Tapi yang jelas aku tak pernah kekeriangan rasa cinta sedikit pun.

Berbicara soal cinta memang tak pernah ada habisnya. Baru saja aku membaca sebuah rubrik konsultasi di sebuah surat kabar. Ada sebaris kata yang membuat aku sedikit tercengang. Cinta pertama tak pernah terlupakan itu sudah basi. Yang paling baru adalah cinta yang tak terungkapkan adalah yang paling mengesankan. Waaaaaaaaah jadi sedikit tertohok. Aku memang menikah dengan orang yang aku cintai, dan dia juga mencintaiku. Kita saling mencintai. Tapi untuk masalah cinta yang tak terungkapkan, itu case yang berbeda. Dalam hati aku sedikit membenarkan jika cinta yang tak terungkapkan memang mengesankan. Apalagi jika orang tersebut masih sering berinteraksi dengan kita, masih sangat dekat dengan keseharian kita. Jadi ada sebentuk rasa lain yang muncul ketika perhatian dari dirinya tetap mengucur deras bahkan ketika aku sudah berkeluarga. Wah kalau sudah begini pertahanan diri harus benar-benar kuat. Aku harus berpegang teguh pada pondasi pernikahan yang telah aku bangun bersama dengan susah payah. Aku terus menancapkan dalam alam bawah sadarku bahwa suamiku adalah yang terbaik yang diberikan oleh Allah dan Si kecil Varo adalah segala-galanya. Tak dapat dipungkiri memang tidak mudah, tapi kalau kita berpikir kita bisa maka kita pasti bisa, if you think you can do, so you can do, begitu kata orang-orang. Jadi aku pasti bisaaaaaaaaaa. Selamat tinggal cinta tak terungkapkan………………

0 Comments:

Post a Comment

<< Home