1st day to PAUD
Ceritanya nich, mulai tlg 30 Mei kmrn si kecil Varo begun his first day to PAUD. Kebetulan hari sabtu, jadi aku bisa ngantar dan lihat langsung kegiatannya. Sempat ada sedikit kekhawatiran kalau-kalau nanti rewel dengan suasana yang mungkin asing bagi dia. Tapi akhirnya semua bisa berjalan lancar, aku bisa bernafas lega.
Diantara murid-murid PAUD Tumbuh Kembang, Varo paling kecil. Aku sengaja mengenalkan dunia sekolah lebih awal dengan maksud supaya belajar bersosialisasi. Eh dia berani lho menyapa teman-teman barunya bahkan ketika ditanya namanya oleh bu guru, dia jawab walaupun dengan suara yang lirih.
Jadwal PAUD Varo setiap hari Selasa dan Sabtu dari jam 08.00 sampai 09.30. Hari pertama sih dia masih mengikuti pembelajaran berjalan. Bernyanyi, bermain masih sedikit malu-malu kucing. Hari pertama Varo belajar menempel. Jadi kertas koran disobek kecil-kecil kemudian ditempel dikertas yang bergambar lingkaran, bentuknya persis donat. Untuk yang satu ini Varo langsung anteng, duduk manis sambil asyik sobek-sobek koran. Setelah itu ditempel dikertas. Eh....tiba-tiba dia beranjak dari duduknya, dikumpulkan buk! katanya. Walah untuk urusan dikumpulkan, Varo jagonya. Padalah pekerjaannya belum selesai lho. Hihihi..
Hari kedua, Varo berangkat ke sekolahnya diantar ma mbah uti. Kali ini belajar mewarnai. Langsung beraksi deh dengan crayonnya. Diwarnai, srot....srot....wih heboh pokoknya, sampe melebihi garis pun tak peduli.
Hari ketiga kembali diantar ma ibu, kan kalo sabtu free. Jam 8 teeet pelajaran dimulai. Suara bunda lantang banget lho.
"Assalamu'alaikum, anak ku sayang?????" serempak semuanya jawab "Wa'alaikumsalam"
"How are you today?"
"I'm fine thank you"
Untuk yang ini Varo cuma diem,hehehe maklum belum diajari sih dirumah.
"Are you ready???"
Varo langsung jawab sambil kedua tangan diangkat "Yes...yes...yes!" Hehehe. Duh...anakku makin pinter. Iya dunk, siapa dulu ibunya????? Hehehehe, narsis.
Untuk para ibu, bapak, pasangan muda ato siapa pun deh, jangan ragu mengikutkan anak ke PAUD. Tidak ada ruginya koq, malah banyak untungnya. Anak bisa belajar bersosialisasi, tampil berani. Trus metode pembelajarannya fun learning koq. Sama sekali tidak terasa kalau anak sedang belajar, kesannya memang hanya bermain, padahal itu belajar lho.






0 Comments:
Post a Comment
<< Home