Monday, November 03, 2008

That's What Friends are 4


In good times
And bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for

(Stevie Wonder – What friends are for)

Sebait cuplikan lagu yang terasa begitu syahdu di telingaku. Semakin terasa dalam maknanya ketika kemarin ku mendapat kabar dari salah satu sahabat terbaikku. Dia melangkah, menapaki tangga kehidupan yang lebih tinggi. Memang palu belum diketuk, tapi aku begitu yakin bahwa kau bisa melewatinya dengan manis. Jika ini berhasil, maka akan membawamu terbang jauh meninggalkan ku dan teman-teman yang pastinya akan merasa sangat kehilangan.

Empat tahun yang lalu, aku mengenalmu di kampus tercinta. Semester awal perkuliahan, yang masih asing kurasakan. Kebetulan kita duduk bersebelahan, lalu berkenalan dan saling tukar no hp. Sejak saat itu, kita semakin dekat. Aku, kamu dan dua orang teman kita yang lain. Sekarang yang tertinggal adalah aku, kamu dan titin. Teman kita yang satu lagi entah ke mana rimbanya. Saat – saat sibuk berkutat dengan perkuliahan, strees saat ujian maupun tugas yang menumpuk kita lalui bersama. Saat-saat indah pun tak kan terlupakan, saat – saat indah di pulau Bali (walaupun bis mogok sampe berjam-jam) tetap merupakan cerita menarik yang tak terlupakan. Walaupun sayang, kita tidak bisa wisuda bareng, hiks…hiks…Kita tertawa dan menangis bersama, karena itulah guna teman – that what friends are for.

Teman, jika benar jarak akan memisahkan kita, aku berharap hati kita tetap terpaut kuat. Kita masih bisakan tetap berbagi cerita suka maupun duka? Kalo dulu kau ada saat aku menikah, hamil dan melahirkan, maka aku pun ingin ada saat engkau menuju pelaminan (entah dengan laki-laki yang mana, hehehehe), aku pun ingin jadi pendengar setiamu, cerita mu tentang masa kehamilanmu, atau rasa deg-deg an ketika akan melahirkan.

Tulisan ini terkesan sentimentil, tapi aku tak peduli. Aku hanya mencoba menuliskan perasaan di hatiku. Perasaan seseorang yang kehilangan sahabat terbaiknya. Do’aku menyertai langkah mu menuju kesuksesan, sobat.

1 Comments:

At 11:46 AM, Anonymous Anonymous said...

jadi terharuuu.... hiks..hiks..
thanks yo jeng.

ini hanyalah bagian dari skenario-Nya, dan Dia pun pasti telah punya skenario lain untuk kita 'bertemu' dan cara lain untuk kita berbagi.

-nk-

 

Post a Comment

<< Home