Friday, September 19, 2008

Pertemuan yang (sedikit) menyakitkan

Minggu-minggu pertama kuliah dimulai, masih terasa lenggang. Di kelas hanya terisi paling banyak 7 mahasiswa. Tapi salut untuk bapak ibu dosen, walaupun mahasiswanya sedikit, tapi kuliah tetap berjalan seperti biasa, pulang tetep jam 9 (hiks...hiks).

Rasanya ada sedikit rasa yang hilang dariku. Aku tak lagi melihat wajah teman-teman seangkatanku (ya iya lah mereka kan dah wisuda). Tapi entah mengapa mataku tak bisa dikendalikan untuk mencari sosok mereka di setiap tapak yang ku lalui. kalau-kalau saja ada sosok nike yang muncul atau hudi yang melintas. Eh...ternyata ga ada, kemudian ku hanya bisa tersenyum kecut setelah menyadarinya.

Kemarin kuliah berakhir sedikit lebih awal. Aku sengaja melangkah lambat, menghabiskan waktu untuk menunggu jemputan datang. Sampai di depan gerbang kampus, aku duduk. Untuk mengisi waktu, ku keluarkan novel yang kemaren ku beli di UKKI. Novel yang sudah lama memang, tapi aku baru bisa membelinya sekarang. Bukan karena apa-apa, bukan karena tidak ada budget untuk beli novel, memenuhi hasrat dan hobi baca ku, tapi lebih karena waktu yang sangat terbatas untuk hunting buku kesukaanku. Rasanya kalau sudah melihat si kecil, aku rela menghapus semua aktivitasku. Aku lebih memilih bermain dengannya. Beberapa lembar "Laskar Pelangi" ku lahap dengan sukses. Aku pun larut dalam permainan kata-kata sang pengarang. Aku hanyut dalam perjuangan hidup karakter - karakter "Laskar Pelangi" dalam meraih pendidikan untuk hidup yang lebih baik. Aku tersentak. Sebuah sepeda motor berhenti tepat dihadapku, sejurus kemudian gadis berjilbab turun dan mendekatiku.

"Masih rajin kuliah, mbak"

Astagfirullah, aku kaget bukan main. Siapa sih???? Tak lain adalah si Hudi dan sang kekasih. Duuuh kata-katanya itu lho..... bikin hatiku berdesir. Memang seharusnya aku mengikuti jejak kalian. wisuda bulan agustus lalu. Tapi apa daya, kondisi tak memungkinkan yang mengharuskan aku cuti selama 2 semester. Jadilah, aku tertinggal dengan kalian. Harus ku katakan kalau pertemuan kemaren sedikit menyakitkan. Mengapa begitu???? Karena hatiku rasanya terbakar. Tunggu teman, gelar sarjana itu pasti aku sandang. Insya Allah tahun depan aku sudah merampungkan studiku. Pertemuan yang sedikit menyakitkan itu membakar semangatku. Memacu ku untuk bergerak, melesat maju.

1 Comments:

At 5:39 PM, Blogger Hudi Hariyanto said...

"Yeterday is history, tomorow is mystery, And today is a gift" cari lah permata yg pernah aku suguhkan padamu, lewat suara2 serak yg pernah menghentakmu, karna ku tau, kau memiliki sayap yg lebih dari aku, maka terbanglah segera. My Lovely Sister.

 

Post a Comment

<< Home