Monday, April 21, 2008

Ketika Rasa Menyusup

I regret to say that
I can’t be your soulmate
Don’t blame the love
Because love is pure
I do believe that you’re the great Moslem man
You have to remember what Allah promise
The good man is for good woman
I’m not the perfect one
Allah have already provide the best bridge for you

Tak mudah merangkai sebait kata itu. Aku harus berkali-kali menekan tombol “clear” di hp-ku. Hanya demi untuk merangkai kata yang tak menyakitkan hatinya. Ya Rabb, kuatkan hati ini. Kau mengujiku dengan sebuah rasa yang Kau susupkan pada sosok manis yang baru ku kenal itu. Harus ku akui, ia memang benar-benar sosok yang manis. Belum lama aku mengenal dia. Tapi entah mengapa rasa itu begitu kuat menghujam di relung hatinya. Aku menjadi merasa sangat bersalah. Apa yang telah ku lakukan selama ini sehingga menciptakan rasa yang seharusnya tak tumbuh subur dihatimu. Beberapa hari perenungan pun ku lakukan demi mencari sebuah jawab pasti. Tapi tetap tak ada. Seperti yang sebelumnya, aku baru mengenalku, mungkin baru sekitar 2 minggu yang lalu. Intensitas bertemu memang sangat sering, tapi itupun hanya sepintas lalu. Maksudnya, tak pernah ada pembicaraan yang benar-benar intens antara kita berdua. Sekali lagi rasa yang ku punya hanya sekedar teman. Kalau pun itu dikatakan sebagai hubungan yang intens, maka aku memang patut merasa bersalah, sangat bersalah malah. Hal itu menimbulkan tanda tanya besar dalam hati. Bagaimana seharusnya aku bersikap kepada lawan jenis selain suamiku? Ya Allah…..benar, selama ini aku tak merasa melakukan hal – hal aneh kepadanya. Lalu apa yang membuatnya mengalamatkan rasa cintanya padaku yang jelas-jelas telah bersuami dan mempunyai seorang anak?????????? Aku bukan sosok manis, yang bertubuh langsing dengan wajah bak selebritis. Aku hanya sosok yang penuh dengan keterbatasan! Ada rasa marah yang besar dalam diriku. Tapi apa yang harus ku lakukan. Cukup pantaskah apa yang kusampaikan padanya????????

2 Comments:

At 2:59 PM, Blogger Hudi Hariyanto said...

waduh, gak ngerti kudu coment, advice, input ora gmana tepatnya.
intine (klo bener interpretasiku)
jo macem2. ada dua hal yg membuat manusia menjadi manusia.eleng klawan Gusti, eleng klawan anak lak bojo. wes gak sah akeh2
(wah puisine ak gak wani coment)"ww"

 
At 6:57 AM, Anonymous Anonymous said...

i am sure that you know what you have to do.
i am sure that you know the right and the wrong one.
i am sure that you can pass this 'exam'
i am sure that you can solve this problem
i am sure that.

-nk-

 

Post a Comment

<< Home